Sunday, 12 April 2015

Manfaat tidur siang bagi Anak


Tidur merupakan proses alami mengistirahatkan fungsi kerja tubuh setelah melakukan aktivitas. Tidur berarti berkurangnya gerakan tubuh dan penurunan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Banyak ahli percaya bahwa tidur dapat memberikan ketenangan dan memulihkan kondisi tubuh, baik secara fisik, emosi, sosial, maupun proses kognitif otak. Bagi bayi dan anak-anak, tidur merupakan prioritas utama.
Anak yang berusia 2 tahun umumnya membutuhkan 12-15 jam tidur dalam periode 24 jam. Anak yang berusia 3 tahun membutuhkan tidur 11-14 jam dalam sehari. Sementara itu anak yang berusia 4-5 tahun memerlukan tidur selama 10-13 jam setiap hari. Di antara waktu tidur tersebut, sebanyak 1-3 jam haruslah merupakan waktu tidur siang anak. Meski terkesan sepele, ternyata tidur siang bagi bayi dan balita sangat baik untuk tumbuh kembang. Apa sajakah itu?
Ketika anak sudah bisa merangkak atau berjalan, mereka cenderung tidak bisa diam dan selalu bergerak setiap saat.  Saat itu, bukan hanya badan mereka saja yang melakukan aktivitas, tapi juga seluruh otot, otak, dan organ-organ di dalam tubuhnya. Dengan tidur siang, anak dapat mengistirahatkan tubuhnya sehingga mereka akan merasa lebih segar setelah bangun dan bisa kembali aktif bergerak.
Tidur sangat berperan dalam pertumbuhan otot, tulang dan kulit, perbaikan luka dan menjaga agar tubuh tetap bugar. Selama tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan (growth hormone). Hormon ini diproduksi oleh otak dan bekerja sama dengan hormon lainnya, seperti hormon gondok, anak ginjal, tulang, dan otot, yang semuanya membantu proses pertumbuhan tubuh anak. Selain itu, tidur juga mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh yang memproduksi protein tertentu untuk merespon infeksi dan melawan penyakit.
Selain bermanfaat bagi pertumbuhan fisik, tidur siang juga berperan terhadap perkembangan dan pertumbuhan otak. Otak akan menyimpan informasi saat kita sedang tidur. Diyakini bahwa kita tidak benar-benar belajar apa-apa sampai kita berbaring untuk tidur sehingga otak bisa mengolah dan menyimpan informasi yang diterima. Tidur pagi dan siang berkaitan erat dengan lamanya atensi (perhatian), kesiapsiagaan dan cepatnya proses pembelajaran. Suatu penelitian yang pernah dilakukan di Kanada meunjukkan bahwa anak usia 3 tahun yang tidur siang menjadi lebih adaptif dibandingkan yang tidak tidur siang. Bahkan dikatakan pula bahwa anak dengan IQ di atas rat-rata mempunyai waktu tidur lebih lama 30-40 menit dibanding rata-rata anak pada umur yang sama
Tidak ada patokan khusus jam berapa anak harus tidur siang, asal tidak menjelang sore. Jika anak tidur siang terlambat, tentu akan memengaruhi waktu tidur malamnya. Sebelum tidur, sebaiknya orangtua memerhatikan kondisi anak agar ia nyaman selama tidur. Usahakan anak tidak tidur dalam keadaan perut kosong atau lapar, karena hal tersebut bisa membuat anak mudah terbangun dan gelisah. Jika sebelum tidur anak mengonsumsi makanan berat, maka sebaiknya selang waktu antara tidur siang dan makan jangan terlalu dekat, berkisar 1-2 jam agar makanan dapat dicerna dengan baik.

Saturday, 11 April 2015

Akibat Menikah di usia Muda

Saya menolak keras jika ada keluarga besar yang menikahi anaknya di usia muda. sepupu perempuan saya menikahi anak gadis satu-satunya di usia 18 tahun, saya melakukan protes terhadap keluarga, namun protes saya tidak di gubris. saya seorang diri yang melarang pernikahan muda itu. pada akhirnya pernikahan keponakan saya itu tetap dilakukan dengan pesta mewahnya, saya menolak untuk menghadirinya baik pada waktu pernikahan dan pesta perayaan. risiko menikah muda patut diperhatikan.



     Hubungan seks dapat memberi manfaat kesehatan bagi orang yang sudah dewasa dan dilakukan secara sehat. Namun, seks memiliki dampak negatif jika dilakukan saat usia muda.Melakukan hubungan intim karena pernikahan di usia dini telah dikaitkan kanker serviks. Menurut para ahli, batasan minimal orang melakukan hubungan seks atau menikah adalah saat umur 17 tahun keatas dan lebih efektifnya jika dilakukan ketika sudah menginjak usia 20 tahun, dan itupun sudah harus ada ikatan pernikahan yang resmi.Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang sampai dengan saat ini sangat ditakuti oleh setiap kaum wanita, dan kini kanker serviks akan mengancam para gadis dibawah umur yang sering melakukan hubungan intim.Hubungan seksual di bawah usia 17 tahun dapat merangsang tumbuhnya sel kanker. Hal ini dikarenakan pada rentang usia 12 hingga 17 tahun, perubahan sel dalam mulut rahim sedang dalam fase yang sangat aktif.Ketika sel membelah secara aktif (metaplasi), tidak boleh ada kontak atau rangsangan apapun dari luar, termasuk masuknya benda asing ke dalam tubuh perempuan.  

Benda asing seperti alat kelamin laki-laki dan sel sperma dapat menyebabkan perkembangan sel menjadi abnormal. Sel abnormal dalam mulut rahim dapat menyerang alat kandungan perempuan, berawal dari mulut rahim, dan pada akhirnya berisiko menyebar ke vagina hingga keluar. Sel abnormal tersebut dapat menyebar ke organ lain dalam tubuh termasuk uterus, ovarium, tuba fallopi, ginjal, paru-paru, lever, tulang bahkan otak. Jika telah mencapai stadium lanjut dan menyebar ke organ tubuh lain, kanker rahim dapat menyebabkan kematian. Organ-organ reproduksi mereka belum berkembang dengan sempurna membuat gadis di usia muda rentan mengalami lesi atau luka saat melakukan hubungan intim atau hubungan seksual usia dini. Ketika terjadi lesi atau luka pada organ intim wanita, human papilloma virus (HPV) yang menjadi penyebab kanker serviks akan lebih mudah masuk dan menginfeksi jaringan pada organ intim wanita sehingga berkembang menjadi sel kanker di kemudian harinya.
 Ada sekitar 100 jenis strain virus penyebab kanker serviks, yaitu virus HPV (Human Papilloma Virus), strain terganas adalah tipe 16 dan 18.
Selain itu, karakter HPV sendiri akan lebih mudah berkembang di jaringan tubuh yang masih muda.
Gejala biasanya ditandai dengan keputihan yang berbau dan berulang-ulang serta terjadi pendarahan saat tidak sedang haid.
Jika seorang wanita sudah terkena penyakit kanker serviks, maka mulut rahim sudah tidak akan licin lagi melainkan berubah bentuk menjadi seperti bunga kol.
Kondisi seperti ini dapat menyebabkan mulut rahim rentan mengalami pendarahan dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Untuk itu, penting bagi para wanita untuk melakukan skrining untuk mendeteksi adanya penyakit kanker serviks.
Mengetahui penyakit kanker serviks sejak dini dianggap sangat penting bagi setiap wanita karena hal ini merupakan salah satu cara paling efektif untuk meminimalkan risiko kanker.

 Selain dengan cara melakukan skrining, pencegahan paling efektif lainnya adalah dengan pap smear dimana cara ini bisa mendeteksi pertumbuhan sel-sel yang akan berubah menjadi sel kanker.
Semakin dini pendeteksian dilakukan, maka semakin rendah pula risiko seseorang menderita penyakit kanker serviks tersebut.

Sunday, 8 March 2015

Memperbaiki Retak Rambut

Rumah yang kita tempati hampir tak luput dari kerusakan, ringan hingga berat.
Contoh Gambar
dinding misalnya, sering mengalami keretakan halus yang awalnya pendek, tetapi lama-kelamaan memanjang dan berliku. keretakan seperti itu sering kita sebut sebagai retak rambut. tampak sepele, tetapi jika dibiarkan, retak rambut akan mengganggu penampilan rumah dan menggerus kekuatan dinding.

PENYEBAB retak rambut biasanya terkait faktor nonstruktural, seperti perbedaan muai susut bahan bangunan, suhu yang berubah-ubah, dan racikan bahan bangunan yang tak pas. bahan yang banyak dipakai untuk membuat dinding, antara lain bata merah, bata ringan, batako, semen, dan plester. bahan-bahan itu memiliki nilai muai susut yang berbeda
         Suhu udara disekitar dinding turut memengaruhi penyusutan itu. ada bahan yang menyusut lebih cepat, ada pula yang lambat. saat itulah keretakan mulai terjadi. oleh karena itu, pengalaman kontraktor dalam membuat dinding amat diperlukan. kelalaian seperti plester yang tidak dibasahi sebelum pengerjaan acian atau campuran semen plester yang buruk juga memicu timbulnya retak dinding.
         Penggunaan cat tembok yang memiliki nilai kerapatan dan elastisitas yang rendah juga menyebabkan retak rambut, sebab membuat cat tidak menempel dengan baik. saat cat tidak menempel dengan optimal cat akan terkelupas dan proses pengelupasan itu menarik bahan bawaannya.
           Untuk mengatasi retak rambut ada beberapa cara. ini dimulai dengan memastikan terlebih dulu apakah keretakan itu merupakan retak rambut atau bukan. retak rambut biasanya memiliki celah kurang dari 1 milimiter dan kedalaman retak sampai acian semen.
         Jika sudah pasti terdapat retak rambut, kerok lapisan cat di bagian dinding yang retak halus dengan sekrap. selanjutnya ampelas permukaan dinding sampai plamir benar-benar hilang. kemudian bersihkan permukaan dinding dari debu menggunakan lap basah. setelah itu, kuaskan wall sealer pada celah retak. kapasitas 1 liter wall sealer bisa menutup permukaan dinding 4-10 meter persegi. diamkan wall sealer hingga benar-benar kering. pengeringan ini biasanya membutuhkan waktu 4-5 jam. terakhir, lakukan pengecatan ulang.

Saturday, 7 March 2015

Berubah, Mulai dari Siapa ?


Semua orang menginginkan perubahan. semua orang kagum melihat pejuang-pejuang perubahan berdiri di depan, berani mati untuk berubah. banyak petisi yang di distrtribusikan meminta dukungan akan perubahan, yang di harapkan akan membawa pada kehidupan yang lebih baik. namun, kemudian kita juga bertanya-tanya, apakah perubahan ini sudah dimulai mengingat gejolak penolakan dan resistensi juga terlihat makin kencang.

   Dari beragam gerakan anti korupsi, antirekayasa sampai antibirokrasi di organisasi-oraganisi, tidak kunjung terlihat perbedaan yang nyata. lucunya, semangat berubah tetap ada. namun, disadari bahwa hal yang paling langka adalah bergerak, apakah dari orang-orang di sekitar kita, ataupun di lingkungan terdekat kita, bahkan kita sendiri.

  Pada sebuah lembaga yang terkenal alot berubah, salah satu top management menginginkan adanya penelitian untuk mengetahui mengapa beberapa individu enggan untuk berada di lingkungan mereka bekerja saat ini. ketika ditanya balik apakah pihak managemen sendiri juga mawas diri akan kondisinya dan siap berubah, jawaban beliau sungguh normatif dengan mengatakan bahwa program perubahan sedang digalakkan intensif. sungguh terasa bahwa perubahan itu tampaknya tidak menyangkut dirinya secara individual. mengapa ? persepsi diri ini memang tidak mudah. seperti kata pepatah "kuman di seberang lautan terlihat jelas, tetapi gajah di pelupuk mata lolos dari pandangan" orang sering melihat perubahan di 'luar' dirinya.

     Betapapun para ahli berkali-kali menekankan bahwa kita sesungguhnya bisa melihat diri sendiri lebih jauh, we are self talking, self evaluating, and self sustaining, Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden Republik Indonesia, mengingatkan kolega-koleganya bagimana proses bekerjanya unconscious bias terutama pada saat merekrut calon kader partainya, saat itu tidak ada satupun dari mereka yang merasa bahwa hal tersebut berkenaan dengan dirinya. baru setelah tes sederhana membuktikan bahwa bias itu memang eksis secara nyata di antara mereka sendiri, mereka terbuka dan mengakuinya, dan menerima untuk lebih berhati-hati dalam mengubah pendekatannya.

    Psikolog Muzafer Sherif dan Carl Hovland mengatakan bahwa penerima kenyataan ini sangat powerfull. sepanjang orang masih mempertanyakan 'apakah ada yang salah pada diri kita' tidak mungkin ada tenaga untuk berubah. karena, energi akan habis untuk menutup mata dan membela egonya. belum lagi individu  biasanya memang sudah di sibukkan dengan aktivitas-aktivitas business as usual, yang sudah menjadi kebiasaan beratahun-tahun. individu perlu masuk ke situasi the latitude of acceptance alis 'OK zone' dimana pemahaman diri atau mawas dari individu sudah mencapai titik optimal.

Friday, 6 March 2015

Inspiration for The World. The Skeleton Video Everyone’s Getting Emotional Over



Chances are, by now, you’ve seen this video of the dancing skeletons pop up on your Facebook feed. And if you haven’t watched it yet, we’ll give you a sec.
Tearing up yet?
The video is from the Love Has No Labels campaign, which has the following mission statement: “Before anything else, we are all human. It’s time to embrace diversity. Let’s put aside labels in the name of love.” It’s a reminder that love has no age, gender, disability, or race, and that, ultimately, we are all humans capable of love.
If you found yourself welling up at the video, keep in mind that crying happy tears is actually good for you — a study last year in the journal Psychological Science showed that “people may be restoring emotional equilibrium with these expressions,” Yale psychologist Oriana Aragon, the lead author of the study, explained in a statement. “They seem to take place when people are overwhelmed with strong positive emotions, and people who do this seem to recover better from those strong emotions.”
So go on and cry some happy tears — and then hug your best friend, kiss your significant other, and call your mom!

love has no race
love has no religion
love has no label
love has no gender
love has no disability
love has no age
inspiration for the world